Sehat Bukan tentang Vaksin, Antibiotik, Antiseptik, dan Obat

Lima orang anak berburu udang, kepiting, dan ikan di pinggir sungai. Hasil tangkapannya kemudian mereka panggang di atas kayu bakar. Mereka makan dengan alas daun pisang setelah mencuci tangan di pancuran. Besok paginya, satu anak diare, satu lagi gatal-gatal di sakujur tubuh, satu anak batuk-batuk, sementara dua sisanya sehat wa alfiat. Ada apa dengan anak-anak ini?

Setiap orang ingin selalu sehat. Kalaupun sakit, setiap orang ingin segera sembuh. Kita semua berburu sehat dan kesehatan. Pandemi Covid19 telah lebih meningkatkan kesadaran kita akan kesehatan dan kewaspadaan akan penyakit.

Sekuat apapun berburu sehat, setiap orang pasti sakit, seperti halnya setiap yang bernyawa pasti mati. Sakit dan terjangkit penyakit seperti sebuah keharusan dan kepastian. Upaya yang bisa dilakukan manusia hanya sebatas mengurangi frekuensi kejadiannya.

Apa yang menyebabkan kita sakit? Bagaimana penyakit itu ada? Bagaimana kita bisa sembuh? Bagaimana kita menjaga kesehatan? Semua ini adalah pertanyaan dan pengetahuan yang kuno sepanjang sejarah manusia di bumi. Pasteur berteori bahwa penyakit disebabkan oleh kuman. Solusi dari pendekatan teori kuman adalah obat farmasi dan vaksin. Teori Kuman Pasteur menjadikan hasil lab sebagai pendukung pengamatan klinis dalam diagnosis penyakit. Kita di era modern ini sudah mengalami kemajuan besar dalam diagnosis penyakit, suatu pencapaian yang belum pernah dicapai peradaban manapun.

Bechamp menentang Pasteur bahwa penyakit hadir karena daya tahan tubuh yang menurun atau rendah. Fakta bahwa setiap orang lahir dengan satu atau bahkan lebih organ tubuh yang lemah atau rusak, Bechamp berpendapat bahwa organ yang lemah itulah yang menarik kuman masuk, seperti gula menarik semut dan sampah menarik lalat. 

Orang yang lambungnya lemah lebih mudah terkena diare dan mag. Solusi untuk sehat menurut pendekatan ini adalah dengan menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. 

Teori Antibodi Bechamp memiliki sejumlah turunan teori dan pendekatan.

1. Teori Menu Makanan. Penyakit terjadi karena kesalahan, kekurangan, dan kelebihan menu makanan. Solusinya pun dengan memanfaatkan menu makanan tertentu. Zaidul Akbar terkenal yang mempopulerkan pendekatan ini.

2. Teori Sanitasi. Penyakit terjadi karena kita tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Muhammad SAW melalui konsep Thaharah telah mengajarkan konsep sanitasi ini sejak 15 abad lalu. Kesehatan dicapai dengan menjaga sanitasi.

3. Teori Pikiran. Stres, depresi, kecemasan, dan ketakutan menyebabkan penyakit datang. Maka penting menjaga kesehatan psikis agar kita tetap sehat. Di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat.

4. Teori Cardiovascular. Penyakit terjadi karena masalah pada asupan oksigen di paru-paru dan jantung. Untuk selalu sehat penting menjaga kesehatan jantung dan paru-paru dengan berolahraga. Mens sana corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

5. Teori Chiropraktik. Masalah pada syaraf, otot, tulang, dan otaklah yang menyebabkan penyakit. Solusinya dengan teknik chiropraktik, pijat, dan urut.

6. Teori Self Healing. Manusia memiliki komponen self destruction, pada saat yang sama juga memiliki kemampuan self recovery dan self healing. Upaya mencegah dan mengatasi penyakit adalah dengan membangkitkan komponen self healing dan self recovery ini. Pijat Refleksi merupakan salah satu solusi dari pendekatan ini.

7. Teori Chi. Ketidakseimbangan aliran energi panas dan energi dingin atau yin dan yang dalam tubuhnya yang menyebabkan penyakit. Téhnik gerakan Chi dan sejumlah herbal digunakan dalam pendekatan ini.

8. Teori Dosa. Penyakit disebabkan oleh akhlak perilaku buruk dan dosa-dosa. Ustad Danu dikenal mempopulerkan pendekatan ini. Solusi sehat adalah dengan akhlak karimah, tobat, istigfar, dan ibadah.

9. Teori Spiritual, bahwa penyakit hadir dan hilang dengan izin dan pengetahuan Allah Tuhan Semesta Alam. Solusi sehat dan sembuh dari sakit adalah dengan sedekah, zikir, puasa sunnah, sholat tahajud, bacaan al Fatihah, dan tobat.

Semua pendekatan ini walaupun sering tampak saling bertentangan, sebenarnya justru saling melengkapi. Berburu sehat dan sembuh butuh waktu dan proses. Ada sejumlah tahap dan pendekatan yang bisa dicoba. Ada banyak cara untuk sehat. Ada banyak cara untuk sembuh dari penyakit.

Mari terus berburu sehat. Bagi yang sakit, ayo terus berburu sembuh.



Comments